Sekilas RIAU - INDRAGIRI HILIR - 1403120 Kateman!
Luas Wilayah : 561.090 Km2





Lokasi Propritas Kateman merupakan salah satu dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau dengan luas wilayah 561,09 Km2 atau 56,109 Ha. Secara administrasi, wilayah ini memiliki tiga kelurahan dan 8 desa, yaitu: Tagaraja, Amal Bakti, Bandar Sri Gemilang, Sungai Simbar, Kuala Selat, Penjuru, Tagaraja, Sari Mulya, Air Tawar, Tanjung Raja, Sungai Teritip dan Makmur Jaya. Kondisi wilayah daratan secara umum berada di tepian sungai dan parit dengan ketinggian 1 – 4 meter di atas permukaan laut serta memiliki struktur tanah gambut dan rawa-rawa. Sedangkan wilayah laut, daerah ini memiliki sungai dan laut yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perairan Selat Malaka. Secara administratif batas wilayah Kateman adalah :
          • Sebelah Utara dengan Kecamatan Pulau Burung
          • Sebelah Selatan dengan Kecamatan Pelangiran
          • Sebelah Barat dengan Kecamatan Teluk Belengkong
          • Sebelah Timur dengan Kabupaten Tanjung Balai Karimun
Kecamatan Kateman adalah salah satu dari 20 kecamatan yang ada dalam Kabupaten Indragiri Hilir. Kecamatan Kateman mempunyai luas wilayah 561,09 Km2 atau 56,109 Ha. Kecamatan Kateman terbentuk melaluiKeputusan Gubernur Propinsi Riau Nomor: 218 Tahun 1997 dan Keputusan Mendagri Nomor: 20 Tahun 1997 tentang Tata Kerja. Pemerintahan Kecamatan. Namun pada tahun Kecamatan Kateman mengalami pemekaran desa dan elurahan sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Nomor 4 Tahun 2011 dan Nomor 5 Tahun 2011. Penduduk lokasi prioritas Kateman pada tahun 2011 berjumlah 45.350 jiwa dengan kepadatan penduduk 81 jiwa/km2. Penyebaran penduduk tidak merata di semua wilayah karena konsentrasi penduduk terpusat pada pusat pemerintahan kecamatan dan desa. Penduduk asli daerah ini merupakan Suku Melayu dengan system kekerabatan yang bersifat parental dan beragama islam. Mata pencaharian utama penduduk sangat erat hubungannya dengan kondisi geografis wilayah, diantaranya bergerak di sector pertanian tanaman pangan, perkebunan, perikanan, industry kecil dan perdagangan. Kondisi infrastruktur ekonomi yang masih sangat terbatas serta keterbatasan akses permodalan menyebabkan perekonomian masyarakat masih tergolong rendah. Keterbatasan ekonomi masyarakat dan keterbatasan sarana dan prasarana sosial yang ada menyebabkan terbatasnya akses terhadap kebutuhan social dasar. Sebagai wilayah perbatasan, lokasi prioritas Kateman belum memiliki kelembagaan pengelola perbatasan yang jelas. Kebijakan pembangunan saat ini masih bersifat sektoral dan belum ada keterpaduan antar lembaga dan antar pemerintah pusatdan daerah. Kondisi pelayanan wilayah perbatasan juga masih belum efektif dan efisien karena belum adanya keterpaduan antarlembaga pengelola perbatasan.