Sekilas KEPULAUAN RIAU - NATUNA - 2103042 Pulau Laut!
Luas Wilayah : 0.000 Km2





Sebelum adanya pemekaran, Lokpri Pulau Laut merupakan bagian dari kecamatan Bunguran Barat yang ibukotanya berada di S edanau. Kini, ibukota Lokpri Pulau Laut berada di Desa Air Payang. Lokpri Pulau Laut terletak di antara 4°30’30” - 4°48’02” Lintang Utara dan 107°43’06” - 108°01’46” Bujur Timur.

Secara administratif batas wilayah Pulau Laut adalah :

    • Utara : Laut Cina Selatan
    • Selatan : Kecamatan Bunguran Utara
    • Barat : Kecamatan Siantan
    • Timur : Laut Cina Selatan

Secara administratif, Lokpri ini terdiri dari 3 (tiga) desa, yaitu Desa Air Payang, Desa Tanjung Pala, dan Desa Kadur. Desa Air Payang merupakan desa yang memiliki wilayah terluas, yaitu 18,10 km2. Sedangkan Desa Tanjung Pala memiliki luas 11,67 km2 dan Desa Kadur memiliki luas 7,81 km2. Wilayah Lokpri Pulau Laut terdiri dari pulau- pulau besar dan kecil. Jumlah keseluruhan pulau di Lokpri Pulau Laut, yaitu 8 (delapan) pulau. Pulau-pulau tersebut antara lain Pulau Laut, Pulau Semiun, Pulau Sunyut, Pulau Sekapul, Pulau Sebatul, Pulau Sekatung, Pulau Batu Imong, dan Pulau Tukong Moro. Dari 8 (delapan) pulau tersebut, hanya 3 (tiga) pulau yang berpenghuni.

Sebagai bagian dari salah satu kecamatan yang termasuk kedalam Provinsi Kepulauan Riau, sumberdaya alam yang menjadi komoditi unggulan di Kecamatan Pulau Laut pada dasarnya serupa dengan komoditi unggulan di kecamatan lain terutama di Kabupaten Natuna. Komoditi unggulan di Lokpri Kecamatan Pulau Laut adalah dalam sektor pertanian, perikanan dan peternakan. Potensi lainnya yang juga dimiliki Lokpri Pulau Laut, yaitu potensi minyak dan gas bumi serta pariwisata. Oleh karena karakteristiknya yang berupa kepulauan, tak diragukan Lokpri Pulau Laut memiliki potensi pariwisata pantai. Salah satunya di Pulau Sekatung. Namun, adanya hambatan infrastruktur sarana dan prasarana yang tidak memadai menyebabkan potensi pariwisata tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Sedangkan untuk minyak dan gas bumi, belum adanya teknologi pemisahan CO2 yang belum dimiliki menyebabkan minyak dan gas bumi tidak dapat diolah dan dikelola oleh pihak asing.

Untuk kondisi sosial budayanya, pada umumnya merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan dari Riau Daratan maupun Kepulauan, atau satu rumpun Melayu. Secara ikatan sosial, juga merupakan bagian dari Semenanjung Malaka. Adapun budaya dan adat istiadat yang berkembang di masyarakat adalah budaya dan adat istiadat Melayu, yang berkembang dengan kentalnya nilai-nilai agama terutama Islam. Dengan kata lain, Melayu identik dengan Islam karena perbauran antar etnis tersebut terjadi karena adanya hubungan yang saling menguntungkan, baik dalam bidang ekonomi (kerjasama), sosial (terjadi amalgasi), kehidupan agama dan kehidupan budaya (akulturasi). Suku didominasi oleh Melayu lebih dari 90% (persen). Sisanya merupakan percampuran etnis Jawa, Batak, Sunda, dan China.