Sekilas KEPULAUAN RIAU - KEP.ANAMBAS - 2105070 Palmatak!
Luas Wilayah : 0.000 Km2





Berdasarkan UU No. 33 Tahun 2008 tentang pembagian wilayah administratif Kabupaten Kepulauan Anambas, Kecamatan Jemaja merupakan satu dari 6 Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Kecamatan Jemaja memiliki Ibukota
Kecamatan di Letung, dengan luas keseluruhan wilayah kecamatan 78,26 Km2. Pulau Jemaja terletak pada titik koordinat 02053’20’’ – 0307’44’’ LU dan 105034’50’’ - 105045’17’’ BT dengan luas wilayah 205,85 Km2.

Lokpri Pulau Jemaja berbatasan langsung dengan negara tetangga (Malaysia, Vietnam) dan perairan internasional kecuali pada sebelah barat.

Secara administratif batas wilayah Bunguran Timur adalah :

      • Sebelah utara : Laut Cina Selatan (Laut Internasional)

      • Sebelah Timur : Laut Cina Selatan (Laut Internasional)

      • Sebelah Selatan : Laut Cina Selatan (Malaysia Barat)

      • Sebelah Barat : Laut Cina Selatan, Kabupaten Natuna

Wilayah Kecamatan Jemaja terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil, dengan jumlah keseluruhan pulau mencapai 87 pulau dan hanya 19 diantaranya yang berpenghuni. Kecamatan Jemaja terdiri dari 8 wilayah administrasi desa (1 kelurahan dan 7 desa). Desadesa / Kelurahan tersebut adalah Letung, Mampok, Rewak, Keramut, Impol, Air Biru, Batu Berapit dan Sunggak. Dimana dua desa diantaranya yaitu Desa Batu Berapit merupakan pemekaran dari Desa Mampok, sedangkan Desa Landak merupakan pemekaran dari Kelurahan Landak. Diantara semua desa / kelurahan tersebut, Kelurahan Letung merupakan Ibukota Kecamatan dan memiliki luasan administrasi yang paling luas. Sedangkan Desa
Impol, Desa Sunggak, Desa Air Biru dan Desa Keramut merupakan wilayah yang sulit aksesnya terhadap Ibukota Kecamatan, dikarenakan lokasinya yang berupa pulau terpisah dari Pulau Jemaja Besar dan hanya dapat diakses melalui laut.

Dulunya pulau ini merupakan bagian dari Kabupaten Natuna dan Kewedanaan Pulau Tujuh, sebelum kemudian dimekarkan menjadi bagian dari Kabupaten Kepulauan Anambas. Pulau Jemaja memiliki kondisi geografis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Malaysia dan Vietnam. Pulau Jemaja terdiri dari gugusan pulau-pulau yang berjumlah total 98 pulau, dengan hanya 30 pulau diantaranya berpenghuni. Pada Lokpri ini, terdapat Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) yaitu Pulau Damar, Pulau Mangkai dan Pulau Tokong Malang Biru. Penggunaan lahan pada Lokpri Pulau Jemaja sebagian besar merupakan semak belukar bercampur dengan pertanian lahan kering atau perkebunan di daratan, sementara penggunaan lahan perairan didominasi oleh fungsi budidaya perikanan, transportasi dan pariwisata bahari. Berdasarkan berbagai dokumen perencanaan tata ruang, Jemaja juga dikhususkan pengembangannya sebagai kawasan strategis pariwisata sebagai destinasi turis mancanegara. Potensi perekonomian lainnya pada lokpri ini adalah di sektor perikanan tangkap, dengan potensi berupa ikan kerapu, tongkol, tenggiri dan anggoli. Pada tahun 2011, penduduk pada Lokpri Jemaja tercatat berjumlah 8382 jiwa dan didominasi oleh nelayan. Kondisi sosial budaya berupa adat masih kental terasa, ditunjukkan dengan masih adanya peran ketua agama dan ketua adat dalam penyelesaian berbagai permasalahan sosial. Sarana prasarana dasar di Lokpri Pulau Jemaja masih bisa dikatakan sangat minim, khususnya yang memiliki fungsi strategis dalam mendorong perekonomian yang berbasis pada pariwisata dan perikanan tangkap. Kelembagaan perbatasan seperti Garda Garuda belum terbentuk di lokpri ini.