Sekilas NUSA TENGGARA TIMUR - BELU - 5306071 Raihat!
Luas Wilayah : 87.200 Km2





Kecamatan Raihat termasuk dalam salah satu kecamatan di Kabupaten Belu. Kecamatan Raihat terdapat 3 sungai, antara lain sungai Mota Bot (35 km) sungai Lia kai (18 km), dan sungai Malibaka (20 km). Kecamatan Raihat merupakan daerah tidak berpantai. Luas Kecamatan Raihat adalah 87,20 km2. Secara administratif, batas wilayah Kecamatan Raihat adalah :
    • Utara : Sub-distrik Maliana, Distrik Bobonaro, RDTL
    • Selatan : Kecamatan Lakmanen
    • Barat : Kecamatan Lasiolat
    • Timur : Sub-distrik, Distrik Bobonaro, RDTL
Raihat terdiri dari enam desa dengan luas 87,2 km2. Jumlah penduduk Raihat tahun 2012 adalah 12.206 jiwa. Tiga desa di Raihat berbatasan langsung dengan Subdistrik Maliana, Distrik Bobonaro. Jarak dari Kota Atambua berkisar antara 33-40 km dan masih terdapat jalan rusak. Raihat didominasi oleh topografi berbukit dan dataran rendah. Dominasi penggunaan lahan di dataran rendah berupa permukiman dan persawahan. Raihat dikenal sebagai salah satu lumbung pangan bagi wilayah utara Kabupaten Belu. Kondisi Raihat yang subur dan memiliki sumber air yang cukup melimpah, menjadikan sektor pertanian khususnya sub sektor tanaman bahan pangan memberikan distribusi terbesar bagi PDB Raihat (62,95%). Walaupun demikian, pengembangan pertanian di Raihat belum sepenuhnya dilakukan secara intensif. Beberapa masyarakat masih menggunakan sistem tada hujan dan usaha ini hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi sarana prasarana di Raihat, pada umumnya belum memadai baik cakupan pelayanan dan kualitasnya. Untuk sarana pendidikan dan kesehatan masih membutuhkan SDM dan sarana penunjang yang memadai. Sama halnya dengan prasarana dasar, khususnya air bersih, listrik dan telekomunikasi. Sebenarnya banyak potensi lokal yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut seperti mata air yang ada di Tohe Leten. Sumber ini dapat dikembangkan sebagai embung dan PLTMH. Selain PLTMH, pembangunan jaringan listrik PLN juga telah dilakukan namun karena daya beli masyarakat rendah sehingga jaringan listrik yang ada belum dimanfaatkan. Raihat memiliki 3 pos pemantau perbatasan dan 1 PLB di Dusun Turiskain. Saat ini masalah perbatasan di Raihat ditangani oleh BPPD Kabupaten Belu.