Sekilas NUSA TENGGARA TIMUR - BELU - 5306072 Lasiolat!
Luas Wilayah : 64.480 Km2





Secara administratif Kecamatan Lasiolat memiliki 7 (tujuh) desa dengan desa terluas pada Desa Baudaok (9,23 km2). Luas Kecamatan Lasiolat adalah 64,48 km2. Secara administratif, batas wilayah Lasiolat adalah :
    • Utara : Kota Maliana dan Kota Balibo, Distrik Bobonaro, RDTL
    • Selatan : Kecamatan Tasifeto Timur
    • Barat : Kecamatan Tasifeto Timur
    • Timur : Kecamatan Lamaknen
jumlah penduduk 6.292 jiwa tahun 2012. Secara topografi, Lasiolat merupakan daerah perbukitan yang berada pada ketinggian >500 mdpl. Permukiman umumnya berada di lereng maupun kaki bukit. Dominasi penggunaan lahannya adalah semak belukar, ladang dan perkebunan. Potensi ekonomi yang ada di Lasiolat adalah pertanian. Sektor ini mampu menyumbang 66,9% PDB. Selain potensi pertanian, peternakan juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan, khususnya ternak sapi. Namun saat ini, ternak sapi hanya dijadikan sebagai food security. Perilaku ini menempatkan ternak pada posisi sebagai tabungan dalam menghadapi resiko kegagalan usaha tani dan hanya dijadikan sebagai usaha sambilan. Jika dikembangkan secara intensif mampu untuk menunjang kehidupan ekonomi masyarakat karena permintaan akan ternak sapi cukup besar baik dari luar dan dalam NTT. Kondisi sarana prasarana di Lasiolat sangat kurang memadai. Sarana sosial dasar seperti pendidikan tidak dilengkapi dengan buku-buku pelajaran terbaru dan SDM yang memadai. Selain itu, belum ada sekolah-sekolah khusus yang mampu menciptakan wirausahawan sesuai dengan potensi lokal. Hal ini menyebabkan hampir 100 orang setiap tahunnya keluar dari Lasiolat untuk mencari kerja. Sama halnya dengan sarana kesehatan. Peralatan, obat-obatan serta tenaga kesehatan masih sangat minim. Kondisi dan pelayanan prasarana dasar di Lasiolat juga masih perlu ditingkatkan. Salah satu masalah yang terjadi adalah sulitnya air bersih. Walaupun Lasiolat merupakan penyuplai air bersih bagi Kecamatan Atambua, beberapa desa masih mengalami kesulitan air bersih. Hal ini terjadi di Desa Maneikun. Kesulitan air terjadi karena sumber air berada di bawah permukiman sehingga sulit untuk disalurkan jika menggunakan dinamo. Pasokan listrik juga belum merata di setiap desa. Saat ini masalah ini ditangani dengan pengadaan PLTS dan PLTMH. Masalah telekomunikasi juga menjadi isu utama di desa-desa perbatasan.