Sekilas KALIMANTAN BARAT - KAPUAS HULU - 6108080 Putussibau Selatan!
Luas Wilayah : 0.000 Km2





Kecamatan Putussibau Selatan yang beribukota Kedamin terletak antara 0,50 LU-1,40 LS dan 111,400 BB-114,100 BTdengan luas wilayah 5.385,31 km2, membawahi 14 Desa dan 2 Kelurahan. Desa Bungan Jaya dan Desa Beringin Jaya adalah desa yang berbatasan langsung dengan Serawak Malaysia dengan jarak sekitar 180 km dari ibukota kecamatan. Pada tahun 2012, penduduk Putussibau Selatan berjumlah 18.861 jiwa. Aktivitas ekonomi kecamatan Putussibau Selatan diwarnai oleh perdagangan kebutuhan sehari-hari dan aneka barang lainnya. Sektor industri masih didominasi oleh industri kerajinan berskala rumah tangga. Fasilitas jasa keuanganmasih terbatas koperasi saja. Potensi ekonomi di sektor pertanian (padi), perkebunan (karet, gaharu), dan peternakan (sapi, ayam). Potensi wisata berupa danau, untaian bukit-bukit, rumah adat (rumah betang) suku Iban.

Secara geografis, batas-batas Kecamatan Putussibau Selatan adalah sebagai berikut:

    • Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Putussibau Utara
    • Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kalis
    • Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Bika
    • Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan/ Desa Tiong Ohang/ Tioang Panghai Provinsi Kalimantan Timur.

Sebanyak 8 desa hanya dapat dilalui dengan kendaraan roda 2 atau 4 melalui akses jalan kabupaten, dan 5 desa hanya dapat dilalui melalui jalan air/sungai Kapuas. Masih terdapat 8 desa yang belum tersedia listrik,termasuk Desa Bungan Jaya dan Desa Beringin Jaya yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Sungai Kapuas merupakan salah satu sumber air yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di kecamatan Putussibau Selatan untuk aktivitas rumah tangga seperti mandi, mencuci dan memasak. Di kecamatan Putussibau Selatan sudah terdapat TK/PAUD, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, namun desa Bungan Jaya dan Desa Beringin Jayayang berbatasan langsung dengan negara Serawak Malaysia hanya terdapat SD dengan tenaga guru yang terbatas. Sarana prasarana kesehatan masih memerlukan peningkatan jumlah dan jenisnya serta tenaga medis dan paramedis. Budaya masyarakat Putussibau Selatansebagian besar diwarnai dengan Budaya Melayu dan Budaya Dayak, masih berada pada satu kekerabatan atau garis keturunan yang sama karena nenek moyang berasal dari satu keturunan serta pembauran ikatan perkawinan.