Sekilas KALIMANTAN TIMUR - MAHAKAM HULU - 6411050 Long Apari!
Luas Wilayah : 0.000 Km2



Kecamatan Long Apari termasuk wilayah Kabupaten Mahakam Hulu (yang merupakan pemekaran dari kabupaten Kutai Barat). Wilayahnya mempunyai luas 5.490,70 Km2. Kecamatan Long Apari yang beribu kota di Tiong Ohang ini terdiri dari 10 desa. Kawasan ini termasuk bagian dari Heart of Borneo provinsi Kalimantan Timur, dan memiliki sumber daya alam yang sebagian besar merupakan kawasan hutan. Sungai merupakan urat nadi perhubungan masyarakat. Transportasi sungai ke wilayah pedalaman di perbatasan sangat mahal dengan waktu tempuh berhari-hari, serta melintasi banyak jeram dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Meskipun demikian, masyarakat setempat tidak punya pilihan lain untuk mendapatkan jenis transportasi lainnya. Akses transportasi hanya mengandalkan Sungai Mahakam dan itu pun sangat tergantung debit air. Pada saat musim kemarau, warga sangat kesulitan karena perahu yang mengangkut kebutuhan pokok warga tidak bisa melintas. Pada saat itulah harga-harga kebutuhan pokok meningkat.

Berdasarkan data sensus penduduk tahun 2010, tercatat jumlah penduduk di Kecamatan Long Apari mencapai 4.093 jiwa dengan kepadatan 0,75 jiwa/km2. Angka ini mengalami pertambahan pada tahun berikutnya mencapai 4314 jiwa dgn kepadatan 0,79 jiwa/km2. Etnis yang dominan di kawasan ini adalah etnis Dayak Penihing dan Dayak Seputan. Budaya masyarakat dayak yang komunal dan menyatu dengan alam setempat mengarah pada pertanian agraris yang cenderung subsisten. Di lokpri Long Apari terdapat 6 SD, 1 SMP dan 1 SMA yang dirasa masih mencukupi. Tenaga guru banyak yang tidak mau ditugaskan di kawasan ini karena keterbatasan fasilitas untuk mereka serta kawasan yang sulit dalam aksesibilitas. Sedangkan fasilitas pelayanan kesehatan masih sangat dirasakan kurang oleh masyarakat. Begitu pun untuk tenaga medis.

Desa di kecamatan Long Apari yang berbatasan langsung dengan negara tetangga adalah desa Long Apari. Untuk mencapai desa perbatasan hanya bisa ditempuh melalui sungai. Dari desa Long Apari ke perbatasan Serawak masih dibutuhkan lagi waktu 5 hari berjalan kaki. Tidak ada sarana transportasi yang tersedia di kawasan ini karena daerahnya merupakan kawasan hutan rimba dan Daerah Aliran Sungai. Lalu lintas (exit/entry point) masyarakat yang telah disepakati dalam hubungan kerjasama Indonesia-Malaysia di kawasan ini berada di Lasan Tuyan. Di kawasan ini juga terdapat satu Pos Keamanan dan satu Pos Mobile yang dibangun melalui anggaran APBD Kutai Barat. Menurut keterangan pihak kecamatan setempat, tidak ada aktivitas masyarakat kecamatan Long Apari ini yang berkaitan dengan kawasan perbatasan karena kondisi pencapaian dan fisik wilayah yang sangat berat dan sulit.