Sekilas KALIMANTAN UTARA - MALINAU - 6501040 Kayan Hilir!
Luas Wilayah : 0.000 Km2





Lokasi Prioritas Kayan Hulu meliputi wilayah Kecamatan Kayan Hulu dengan ibukota Long Lokasi Prioritas Kayan Hilir meliputi wilayah Kecamatan Kayan Hilir dengan ibukota Data Dian. Merupakan kecamatan terluas di Kabupaten Malinau berada di dataran tinggi Apau Kayan pada wilayah Hutan Rimba Kalimantan dengan topografi wilayah terdiri dari lembah, perbukitan dan pegunungan. Luas wilayah 11.898,15 km2 yang terdiri dari 5 desa yaitu Long Metun, Long Sei Anai, Long Sule, Long Pipa dan Data Dian. Jumlah penduduk pada tahun 2010 tercatat 1.352 jiwa terdiri dari 749 laki-laki dan 603 perempuan. Jumlah penduduk terbesar berada di desa Long Sule sedangkan jumlah terkecil berada di desa Long Metun. Desa Long Metun merupakan Desa yang paling dekat dengan wilayah perbatasan dengan negara bagian Serawak, Malaysia. Kecamatan Kayan Hilir beribukota di Data Dian yang berbatasan dengan Kecamatan Pujungan dan Kecamatan Peso di sebelah utara dan Kabupaten Berau di sebelah timur. Serta masing-masing berbatasan dengan Kayan Hilir, Kayan Selatan dan Sungai Boh di sebelah selatan dan Negara Bagian Sarawak, Malaysia di sebelah barat. Jarak ibukota kecamatan Kayan Hilir dengan ibukota kabupaten Malinau mencapai 375 km yang melalui Kecamatan Malinau Kota, Kecamatan Malanau barat dan Kecamatan bahau Hulu. Terletak pada ketinggian antara 500-300 mdpl, topografi wilayah terdiri dari lembah, perbukitan dan pegunungan dengan kemiringan rata-rata berkisar antara 0-50 derajat. Untuk menuju Kayan Hilir melalui darat dan sungai sangat sulit. Kayan Hilir dicapai dengan pesawat terbang perintis trayek tetap seminggu sekali untuk tujuan desa Data Dian dan Long Sule serta trayek tidak tetap untuk tujuan desa Long Metun. Tidak ada trayek tetap yang melayani transportasi air, moda angkutan yang melayani berupa perahu motor dengan sistem carter. Sarana pendidikan yang tersedia baru sampai SMP dengan kondisi masih karena kekurangan guru. Pada pelayanan kesehatan, meski sudah tersedia Puskesmas dan Pustu namun masih kekurangan tenaga medis terutama dokter dan obat-obatan. Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi penduduk bertani dengan sistem ladang, hasil pertanian hanya untuk kebutuhan sendiri, petani tidak dapat memasarkan hasil pertaniannya karena keterbatasan akses. Potensi ekonomi yang sedang dikembangkan adalah kehutanan dan perkebunan. Nanas menjadi komoditas potensial kawasan ini. Untuk pemenuhan kebutuhan pokok didapat dari negara tetangga melalui jalur Long Nawang di Kayan Hulu. Perekonomian wilayah masih disubsidi dari Kabupaten induk, meskipun demikian harga kebutuhan pokok jauh lebih tinggi dibandingkan di wilayah ibukota Malinau.