Sekilas KALIMANTAN UTARA - MALINAU - 6501060 Bahau hulu!
Luas Wilayah : 0.000 Km2





Secara astronomi, kecamatan Bahau Hulu terletak antara 1150 40’ sampai dengan 1150 55’ Bujur Timur dan 20 32’ sampai dengan 20 55’ Lintang Utara. Bahau Hulu adalah kecamatan di kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (yang merupakan pemekaran dari Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2013). Bahau Hulu merupakan kecamatan pemekaran dari kecamatan Pujungan. Dinamakan Bahau Hulu dikarenakan lokasi kecamatan ini terletak di hulu sungai Bahau. Kecamatan Bahau Hulu mempunyai batas wilayah, yaitu sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan, sebelah timur dengan Kecamatan Mentarang dan Kecamatan Malinau Selatan, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Pujungan, dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Banga-Serawak-Malaysia Timur. Lokasi Prioritas Bahau Hulu belum bisa dijangkau dengan jalan darat karena kondisi geografisnya yang sulit berupa pegunungan dengan tebing curam, sungai-sungai dengan jeram berbahaya dan berada dalam hutan rimba. Alat transportasi utama adalah Long Boat melalui jalur sungai yang operasionalnya bergantung pada pasang surut sungai. Akses mencapai Long Alango ibukota Bahau hulu adalah dari Long Pujungan. Long Alango dapat dicapai melalui jalur udara dengan jadwal penerbangan satu minggu sekali dari ibukota Kabupaten Malinau menuju bandara Long Alango yang masih berupa tanah dan rumput. Luas wilayah 2.872 Km2 yang terdiri dari 6 desa, yaitu : desa Long Uli, desa Long Tebulo, desa Long Alango, desa Apau Ping, desa Long Berini, desa Long Kemuat. Jumlah penduduk pada tahun 2011 tercatat 1.585 jiwa yang terdiri dari 870 jiwa laki-laki dan 715 perempuan. Jumlah penduduk terbesar berada di desa Long Alango sedangkan jumlah terkecil berada di desa Long Kemuat. Sarana pendidikan dari SD sampai SMA sudah tersedia namun karena kekurangan guru maka tingkat kelulusan SMP dan SMA hanya berkisar 50%. Pada pelayanan kesehatan, meski sudah tersedia 1 Puskesmas dan 3 Pustu namun masih kekurangan tenaga medis dan obat-obatan. Perekonomian wilayah masih disubsidi dari Kabupaten induk. Potensi ekonomi saat ini adalah pertanian tanaman pangan yang hasilnya hanya dimanfaatkan oleh penduduk sendiri. Potensi yang memiliki prospek pengembangan ekonomi adalah ekowisata Taman Nasional Kayang Mentarang, desa Long Alango dan Apau Ping berada di dalam Taman Nasional dan saat ini telah ditetapkan sebagai Desa Wisata. Pada wilayah Apau Ping terdapat interaksi dengan desa Long Banga di Serawak, Malysia. Interaksi bersifat kekerabatan karena penduduk dari desa-desa tersebut berasal dari suku yang sama dan masih memiliki kekerabatan.