Sekilas SULAWESI UTARA - KEP. TALAUD - 7104080 Nanusa!
Luas Wilayah : 0.000 Km2





Kecamatan Nanusa yang terdiri dari 7 pulau memiliki bentuk medan yang berbeda-beda. Pulau Karatung dan Pulau Kakorotan bentuk topografinya relatif datar tinggi pulau sekitar 0-4 meter diatas permukaan laut. Sedangkan untuk Pulau Marampit bentuk topografinya berbukit-bukit dengan ketinggian 0-50 meter diatas permukaan laut. Bentuk topografi pulau Mangupung, Pulau Malo, dan Intata berbukit. Dapat dilihat Pulau Kakorotan bentuk topografinya datar tidak ada medan berbukit sama sekali, sedangkan Pulau Mangupung, Malo, dan Intata bentuk topografinya berbukit dengan ketinggian 0-20 meter diatas permukaan laut. Karakteristik laut Nanusa sangat dipengaruhi oleh laut dan samudera yang mengelilingi pulau-pulau ini. Adapun laut yang mengelilingi pulau-pulau di Kecamatan Nanusa adalah Laut Sulawesi dan Samudera Pasifik. Karakteristik laut di Nanusa sangat dipengaruhi musim angin yang bertiup, pada bulan April Mei Juni gelombang laut sangat tenang.Namun pada bulan September, Oktober dan November gelombang laut sangat tinggi dapat mencapai 6 meter disebabkan oleh angin barat. Perekonomian di Lokpri Nanusa didominasi oleh kegiatan di bidang perikanan dan perkebunan. Berdasarkan data Nanusa Dalam Angka 2010, jumlah tangkapan perikanan di Lokpri Nanusa 1.476 ton, dimana jenis ikan yang paling banyak adalah ikan laying 605 ton, ikan tongkol 207 ton, ikan bobara 229 ton, ikan onthoni 427 ton serta ikan kembung 42 ton. Perkebunan yang paling dominan di Lokpri Nanusa adalah perkebunan kelapa, dengan luas area perkebunan kelapa pada tahun 2010 yaitu 2.013 Ha. Selain itu ada juga industri rumah tangga di Lokpri Nanusa dalam skala kecil seperti industru rumah tangga berupa kerajinan, anyaman. Salah satu kearifan lokal budaya di Kecamatan Nanusa adalah Mane’e, penangkapan ikan yang didahului dengan menggiring ikan menggunakan rotan yang diikat janur dan dilakukan beramai-ramai dari kedalaman tiga meter, kemudian dikurung di lokasi tertentu di pesisir pantai. Kegiatan ini sudah ada sejak abad ke-16 memang sebuah upacara adat yang disebut Mane’e yang bermakna “mengambil ikan di laut secara bersama setelah ada musyawarah mufakat”. Mane`e adalah tradisi menangkap ikan tradisional turuntemurun yang digelar sekali dalam setahun di Pulau Intata, Kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud.