Sekilas MALUKU - MBD - 8108030 Pulau Letti!
Luas Wilayah : 0.000 Km2





Letak Kecamatan Pulau – Pulau Terselatan berada di Pulau Kisar dan Pulau Romang yang berada di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya, Luas Kecamatan Pulau - Pulau Terselatan 353,67 km2. Sedangkan luas jumlah wilayah lokpri Kisar sebesar 67.52 Km2. Letak Kecamatan Pulau - Pulau Terselatan berada pada Pulau Kisar dan pulau Romang yang ada di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya. Kecamatan Pulau - Pulau Terselatan menurut astronomi terletak antara 07058’33”–08022’35” Lintang Selatan dan 127022’35” – 127037’50” Bujur Timur. Adapun letaknya menurut geografis berbatasan dengan :

        1. Sebelah Utara : Laut Banda

        1. Sebelah Selatan : Laut Timor

        1. Sebelah Barat : Kecamatan Wetar

        1. Sebelah Timur : Kecamatan Damer

        • Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk Kecamatan Pulau-pulau Terselatan tahun 2012 berjumlah 19.575 jiwa, dibandingkan dengan tahun 2011 berjumlah 20.400 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk di lokpri Kisar pada tahun 2012 sebesar 16.037 jiwa yang terdiri dari 8175 laki – laki dan 7862 perempuan

        • Kegiatan Ekonomi

Hasil komoditas yang bisa meningkatkan ekonomi di lokasi prioritas Kisar, merupakan hasil perkebunan (jeruk kisar), perternakan dan hasil perikanan maupun pariwasata, akan tetapi potensi tersebut dihadapkan pada suatu kendala yaitu berupa fasilitas maupun sumber daya manusia yang kurang memadai, susahnya aksesibilitas dalam menjangkau desa-desa menuju pelabuhan sebagai pintu distribusi barang, baik kedalam maupun keluar yang berada dipulau kisar, menjadikan komoditi baik itu pertanian dan perikanan tidak maksimal.

        • Budaya Masyarakat

Masyarakat Maluku memiliki budaya sasi, sasi digunakan untuk “menyegel” benda agar selama masa SASI tidak boleh seorangpun menyentuh atau menjamah benda – benda tersebut . Benda – benda ini bermacam – macam mulai dari hasil alam seperti pohon, sayuran, hasil laut dll. Budaya SASI dilakukan secara turun temurun untuk menjaga kelestarian habitat atau lingkungan agar tidak di ambil secara berlebihan. Budaya SASI terdapat 2 (dua) macam yaitu SASI atas dan SASI atas bawah, SASI atas diberlakukan untuk buah/tanaman yang hasil buahnya jika terjatuh boleh diambil atau dimakan, SASI atas bawah diberlakukan sangat ketat, jika ada buah yang jatuh tidak boleh diambil walaupun akhirnya buah itu sampai busuk.