Sekilas PAPUA - MERAUKE - 9401044 sota!
Luas Wilayah : 0.000 Km2





Distrik Sota berperan sebagai pusat pelayanan lingkungan (PPL). berdasarkan penetapan rencana pola ruang dalam RTRW Kabupaten Merauke, Sota diarahkan untuk berkembang menjadi kawasan budidaya non hutan.


Distrik Sota terletak diantara 80.0’ – 80.67’ lintang selatan dan 1400.85’–1410.00’ bujur timur mempunyai luas wilayah sebesar 2.600,54 Km2 yang terdiri dari lima desa. Kawasan Distrik Sota memiliki peruntukan aktivitas yang paling besar. Dominan peruntukannya adalah permukiman, pertanian/perkebunan, perdagangan dan jasa, serta fasilitas umum dan sosial.


Distrik Sota mempunyai potensi hutan, pertanian dan perkebunan yang sangat besar. Jenis komoditi perkebunan yang cocok di Distrik Sota adalah kelapa, karet, dan jambu mete. Sampai saat ini potensi yang ada belum dikembangkan secara maksimal karena adanya keterbatasan alat dan tenaga.

Iklim di Lokpri Sota terjadi sangat tegas antara musim penghujan dan musim kemarau. Menurut Oldeman (1975), wilayah Kabupaten Merauke berada pada zona Agroclimate Zone C yang memiliki masa basah antara 5-6 bulan. Dataran Merauke mempunyai karakteristik iklim yang agak khusus, dimana curah hujan yang terjadi dipengaruhi oleh Angin Muson, baik Muson Barat - Barat Laut (Angin Muson Basah) maupun Muson Timur – Timur Tenggara (Angin Muson
Kering). Curah hujan juga dipengaruhi oleh kondisi topografi dan elevasi daerah setempat. Secara umum curah hujan pertahun di lokpri ini berkisar antara 1.500-2.000 mm/tahun. Semakin kebagian utara, masa basah sangat panjang. Musim hujan yang terjadi merupakan kendala terhadap kondisi jalan-jalan tanah yang setiap tahun mengalami kerusakan dan kejadian banjir. Sedangkan musim kemarau yang panjang justru mengakibatkan kekurangan air bersih dan air irigasi bagi masyarakat dan petani.