Sekilas PAPUA - BOVEN DIGOEL - 9413050 Waropko!
Luas Wilayah : 0.000 Km2





Distrik Waropko terletak di wilayah administrasi Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Pusat pemerintahan terletak di Kampung Waropko. Jarak tempuh dari Ibukota Kabupaten Boven Digoel ke Ibukota Distrik Waropko melalui jalur sungai mencapai 200 km, merupakan jarak tempuh terjauh dari semua distrik yang ada di Kabupaten Boven Digoel apabila melalui jalur sungai. Secara astronomis, distrik ini terletak pada 140o40’8” - 141o0’0” Bujur Timur dan 5o45’0” - 5o16’7” Lintang Selatan. Waropko dibatasi oleh sungai-sungai yang melintasi semua kampung di Distrik Waropko (kecuali Kampung Ikcan), yaitu Sungai Kau, Sungai Ogara, Sungai Oga, Sungai Okwem, Sungai Umi, Sungai Kedem, Sungai Rom, Sungai Kamok, Sungai Im, Sungai Mawik, Sungai Nyo, Sungai Komin, Sungai Birim dan Sungai Mol. Bentuk wilayah yang bergunung menurut.data landform dari peta tanah tinjau, dapat menjelaskan bahwa Distrik Waropko dikelilingi oleh bukit-bukit dan gunung-gunung (mempunyai bentuk wilayah bergunung). Lokpri Waropko memiliki wilayah seluas 1.086,97 km2, dimana sekitar 38,07% (413,92 km2) di antaranya terhampar di Kampung Ikcan dan sekitar 2,58% (28,04 km2) berada di Kampung Wametkapa. Lokpri Waropko meliputi sembilan kampung, dimana tiga kampung berbatasan langsung dengan negara PNG, yaitu Kampung Ikcan, Kampung Inggembit dan Kampung Wametkapa. Namun, Kampung Inggembit merupakan kampung tidak berpenghuni. Berdasarkan sektor ekonomi, Distrik mindiptana menitik beratkan pada bercocok tanam dengan adalah komoditi berupa palawija (Jagung, Kacang- Kacangan, Ubi-ubian), dan pohon karet. Sebagian besar warga di Distrik Waropko berasal dari Suku Muyu, Mandobo dan Wambon, dengan menggunakan bahasa sehari-hari yaitu bahasa Muyu dan bahasa Indonesia. Secara keseluruhan struktur ruang dan pelayanan umum di distrik ini belum memadai dan belum memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Untuk kebutuhan dasar yang meliputi fasilitas kesehatan, listrik, air bersih, fasilitas komunikasi, dan akses/ kebutuhan sarana dan prasarana masih sangat kurang. Sebagian besar arsitektur bangunan perumahan di Distrik tidak layak huni sebagian besar atap rumah menggunakan daun sagu dan sebagian besar akses jalan Distrik Jair masih berupa tanah merah.